Teller: *bergumam sambil membaca pin* Batam Blogger Community...
diam sesaat...
Teller: Apa itu Batam Blogger Community mas?
Saya: eh... perkumpulan blog di batam mbak..
Teller: oooww... blog itu seperti apa??
Saya: blog itu seperti diary. tetapi di internet..
Teller: jadi Batam Blogger itu orang2 yang sudah punya blog dan berkabung disitu y?
Saya: iya..
Teller: isi blognya apa aja?
Saya: bermacam2 mbak. ada yang pengalaman pribadi, ilmu pengetahuan, dan laen2...
Teller: blognya mas apa isinya?
Saya: kebanyakan seh pengalaman pribadi
Teller: blog itu bayar gag seh? ato ada yang gratis?
Saya: yang gratis banyak. yang bayar juga ada. seperti Blogger.com ituh gratis. klo mau yang bayar y harus cari yang jual biasanya belakangnya .com gto...
Teller: ooo.... nanti saya coba deh... *bergumam lagi* batamblogger.com
diam...
Teller: ada yang bisa di bantu lagi mas??
Saya: gag mbak. terima kasih..!!
Teller: sama-sama...
ngadep belakang eh ternyata sudah banyak yang ngantri menunggu...
heheheheheh
Pelayanan Terbaik Senin, Oktober 05, 2009
Didalam perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan yang melayani setiap masyarakat yang ada di suatu daerah haruslah memberikan pelayanan yang maksimal. tanpa terkecuali perusahaan swasta atau instansi pemerintah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat luas.
Pelayanan yang diberikan oleh masing-masing perusahaan mungkin banyak yang berbeda dan sedikit yang sama. ada yang bagus dan ada yang sangat buruk.
penilaian tersebut bukan hanya saya yang memberikan tetapi orang-orang disekitar saya yang mengomentarinya atau menilainya.
misalnya tadi saya melakukan tugas awal bulan apalagi kalau bukan mengantri di salah satu instansi pemerintah yang selalu kebanjiran manusia setiap awal bulan. pada pagi itu petugas loket yang berjaga ada 4 orang yang mengurusi pembuatan NPWP dan PBB dan ada 2 orang yang melayani pelaporan pajak.
saya mendapatkan nomor antri ke 136 dan di layar pemberitahuan baru saja nomor 126 yang artinya saya harus menunggu 10 nomor lagi untuk bisa melporkan dokumen saya. dengan tempat duduk yang emang disediakan untuk menunggu antrian, saya duduk di sebelah ibu-ibu yang sedang hamil. dia juga mengantri sama seperti saya. setengah jam berlalu.. ibu-ibu disebelah saya mengomel "kalau kita tidak bayar pajak, nanti kita dibilangi apa kata dunia?? nah..kita sudah bayar pajak tapi pelayanannya kayak begini apa kata dunia juga??"
memang seh apa yang dikatakan ibu-ibu tadi ada benernya juga. sejak saya duduk di kursi untuk mengantri, saya perhatikan petugas penerima hanya dua orang. dan di perparah dengan jumlah orang yang ingin melaporkan pajaknya. dan anehnya para petugas tersebut sempat-sempatnya mengobrol dengan petugas lain tanpa menghiraukan orang-orang yang mau melaporkan pajak.
mengapa kantor pajak tidak mengisi semua konter yang ada, padahal ada lima konter yang tersedia untuk bagian pelaporan mengapa hanya du akonter aja yang terisi. seharusnya kantor pajak tahu kalau awal bulan itu banyak yang berkeinginan melaporkan pajak yang telah di bayarkan. tetapi mengapa dibiarkan begitu saja. dari tahun lalu juga begitu.
yah...tapi apalah nak dikata.. saya tidak bisa memerintah karena saya hanyalah orang biasa saja. tapi saya berharap pelayanan di kantor pajak lebih maksimal dan lebih bagus...
masih banyak lagi cerita di balik pelayanan terbaik itu..
tapi hanya segini yang bisa saya ketik...
mungkin lain kali baru bisa di post kembali...
Pelayanan yang diberikan oleh masing-masing perusahaan mungkin banyak yang berbeda dan sedikit yang sama. ada yang bagus dan ada yang sangat buruk.
penilaian tersebut bukan hanya saya yang memberikan tetapi orang-orang disekitar saya yang mengomentarinya atau menilainya.
misalnya tadi saya melakukan tugas awal bulan apalagi kalau bukan mengantri di salah satu instansi pemerintah yang selalu kebanjiran manusia setiap awal bulan. pada pagi itu petugas loket yang berjaga ada 4 orang yang mengurusi pembuatan NPWP dan PBB dan ada 2 orang yang melayani pelaporan pajak.
saya mendapatkan nomor antri ke 136 dan di layar pemberitahuan baru saja nomor 126 yang artinya saya harus menunggu 10 nomor lagi untuk bisa melporkan dokumen saya. dengan tempat duduk yang emang disediakan untuk menunggu antrian, saya duduk di sebelah ibu-ibu yang sedang hamil. dia juga mengantri sama seperti saya. setengah jam berlalu.. ibu-ibu disebelah saya mengomel "kalau kita tidak bayar pajak, nanti kita dibilangi apa kata dunia?? nah..kita sudah bayar pajak tapi pelayanannya kayak begini apa kata dunia juga??"
memang seh apa yang dikatakan ibu-ibu tadi ada benernya juga. sejak saya duduk di kursi untuk mengantri, saya perhatikan petugas penerima hanya dua orang. dan di perparah dengan jumlah orang yang ingin melaporkan pajaknya. dan anehnya para petugas tersebut sempat-sempatnya mengobrol dengan petugas lain tanpa menghiraukan orang-orang yang mau melaporkan pajak.
mengapa kantor pajak tidak mengisi semua konter yang ada, padahal ada lima konter yang tersedia untuk bagian pelaporan mengapa hanya du akonter aja yang terisi. seharusnya kantor pajak tahu kalau awal bulan itu banyak yang berkeinginan melaporkan pajak yang telah di bayarkan. tetapi mengapa dibiarkan begitu saja. dari tahun lalu juga begitu.
yah...tapi apalah nak dikata.. saya tidak bisa memerintah karena saya hanyalah orang biasa saja. tapi saya berharap pelayanan di kantor pajak lebih maksimal dan lebih bagus...
masih banyak lagi cerita di balik pelayanan terbaik itu..
tapi hanya segini yang bisa saya ketik...
mungkin lain kali baru bisa di post kembali...
Mudik Mudik Kamis, September 24, 2009
Sebuah ritual yang dilakukan oleh rakyat Indonesia jika telah melaksanakan ibadah puasa dan menanti lebaran tiba.
Sebenarnya seh mudik dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga. Apalagi buat orang yang tinggal di perantauan seperti gw ini. Mudik sepertinya hal yang wajib dilakukan jika mau berlebaran.
Sebenarnya mudik tahun ini tidak direncanakan sedemikian rupa. Setelah menjalani puasa sekitar 2 minggu, Keluarga besar dari sebelah bapak gw mendapat kemalangan besar, nenek gw meninggal dunia. Jadi, bapak n mama gw langsung pulang menuju medan. Sedangkan gw masih tetap di batam, gag bisa pulang bareng dikarenakan kerjaan gw masih numpuk -bisa2 di gorok
dengan si bos klo gw ikut pulang mendadak- jadinya gw nyusul ortu gw seminggu setelah mereka pergi.
Jadilah gw mengambil cuti panjang selama 2 minggu, sekalian berlebaran di kampung di aceh dan di medan. Begitu mendarat di bandara polonia medan gw langsung berangkat menuju ke aceh, tanah kelahiran gw dan gw bukan orang aceh tapi orang jawa. Di aceh cuma numpang lahir, lagian nenek neneknya buyut gw uda berada disana sejak jaman jepang dolo. Entah apa sebutan buat gw klo di tanya dari mana asal gw... Hahahah. Yang pasti gw punya kampung yg bisa dibuat mudik. :P
Perjalanan dari medan menuju ke aceh bisa di tempuh dengan berkendara selama 3 jam jika itu tidak kejebak macet dan tersesat. Tapi kali ini gw tersesat!!!
Karena bapak gw yang bawa mobilnya dan dia sudah lama tidak menyetir di daerah medan maka dari itu gw tersesat di jalanan kota medan yang semerawut tidak teratur dan panasnya minta ampun. Manalagi macet... Aaaahhh gerah!!!
Setelah berkutat sana sini salah jalur selama 1,5jam dan terakhir nanya tukang becak, akhirnya dapet juga jalan yang menuju aceh...fiuuuhhh!!! (berteriak: aceeeeehhh ayem kamiiiing!!!! *sambil ngeluarin ketek*)
Dalam perjalanan, gw melihat tidak banyak perubahan yang terjadi di daerah yang gw jalani. Sama seperti terakhir kali gw ninggalin daerah selama perjalanan ini.
Sesampainya di rumah nenek ku, pada saat itu waktunya berbuka. Y uda sekalian buka puasa aja bareng.
Nikmat rasanya jika berbuka bersama orang2 yang dicintai dan kebersamaan keluarga tersebut ada...
Sebenarnya seh mudik dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga. Apalagi buat orang yang tinggal di perantauan seperti gw ini. Mudik sepertinya hal yang wajib dilakukan jika mau berlebaran.
Sebenarnya mudik tahun ini tidak direncanakan sedemikian rupa. Setelah menjalani puasa sekitar 2 minggu, Keluarga besar dari sebelah bapak gw mendapat kemalangan besar, nenek gw meninggal dunia. Jadi, bapak n mama gw langsung pulang menuju medan. Sedangkan gw masih tetap di batam, gag bisa pulang bareng dikarenakan kerjaan gw masih numpuk -bisa2 di gorok
dengan si bos klo gw ikut pulang mendadak- jadinya gw nyusul ortu gw seminggu setelah mereka pergi.
Jadilah gw mengambil cuti panjang selama 2 minggu, sekalian berlebaran di kampung di aceh dan di medan. Begitu mendarat di bandara polonia medan gw langsung berangkat menuju ke aceh, tanah kelahiran gw dan gw bukan orang aceh tapi orang jawa. Di aceh cuma numpang lahir, lagian nenek neneknya buyut gw uda berada disana sejak jaman jepang dolo. Entah apa sebutan buat gw klo di tanya dari mana asal gw... Hahahah. Yang pasti gw punya kampung yg bisa dibuat mudik. :P
Perjalanan dari medan menuju ke aceh bisa di tempuh dengan berkendara selama 3 jam jika itu tidak kejebak macet dan tersesat. Tapi kali ini gw tersesat!!!
Karena bapak gw yang bawa mobilnya dan dia sudah lama tidak menyetir di daerah medan maka dari itu gw tersesat di jalanan kota medan yang semerawut tidak teratur dan panasnya minta ampun. Manalagi macet... Aaaahhh gerah!!!
Setelah berkutat sana sini salah jalur selama 1,5jam dan terakhir nanya tukang becak, akhirnya dapet juga jalan yang menuju aceh...fiuuuhhh!!! (berteriak: aceeeeehhh ayem kamiiiing!!!! *sambil ngeluarin ketek*)
Dalam perjalanan, gw melihat tidak banyak perubahan yang terjadi di daerah yang gw jalani. Sama seperti terakhir kali gw ninggalin daerah selama perjalanan ini.
Sesampainya di rumah nenek ku, pada saat itu waktunya berbuka. Y uda sekalian buka puasa aja bareng.
Nikmat rasanya jika berbuka bersama orang2 yang dicintai dan kebersamaan keluarga tersebut ada...
